Sabtu, 21 Juni 2014

My Lucky Years



Sebenernya bingung juga mau bikin judul tulisan ini apa, a Wonderfull Day Or My Lucky Years karena dari kedua judul tersebut mampu melukiskan isi hati ini dengan lengkap. Dan akhirnya saya memutuskaan untuk memberika judul di atas sebagai judul tulisan saya ini.
Kenapa alasan saya memutuskan untuk memberi judul My Lucky Years karena kalimat tersebut seperti melengkapi perasaan saya selama satu tahun ini J seperti keberuntungan menjadi teman setia saya selama satu tahun ini, kalau flash back ke dua tahun yang lalu rasanya sedih banget dan saya percaya Allah tidak akan membiarkan hati saya bersedih. Dan setelah dua tahun menahan rasa sedih yang tidak bisa terbendung lagi, Allah memberikan skenario indah untuk saya setelah awan mendung pasti akan ada pelangi indah yang muncul.
Huporia yang saya rasa kan memuncak pada hari jum’at tanggal 20 Juni 2014 hari yang akhrinya tiba dalam perjuangan menjadi seorang teman, guru, kakak, tante, orang tua atau apalah itu menemani teman-teman kecil kelas ungu yang sudah menjadi keluarga selama satu tahun menemani kehidupan ku menjadi semakin bewarna.
Mungkin bagi sebagian orang yang sama profesinya seperti saya guru atau pendidik yang setiap hari menjalani rutinitas yang berulang memberikan bekal ilmu bermanfaat bagi anak didiknya, memberikan sesuatu informasi yang tadinya mereka engga tahu menjadi tahu, mengajarkan  mereka untuk memiliki gaya hidup yang di ridhoi Allah dan masih banyak lagi tugas seorang pendidik untuk anak didiknya. Hal tersebut yang menjadi landasan pokok seorang pendidik, dan bagi saya ada nilai terpenting juga yang tidak akan pernah saya bisa lupakan, apa itu???
Adalah banyak belajar juga dari teman-teman kecil ku itu. Akan saya uraikan dalam tulisan ini secara berurut tentang bekal atau ilmu yang saya dapat dari guru-guru kecil ku tersebut.
Namanya anak kecil ketika sedang bermain tidak ada konflik itu bukan anak kecil, timbulnya konflik menjadi pemanis dalam skenario ketika mereka sedang bermain.  Ketika konflik itu mereka temui tidak memakan waktu yang lama bagi mereka untuk dapat menyelesaikan masalahnya. Meminta maaf dengan tulus tanpa memikirkan kembali masalah yang sudah berlalu dan bermain bersama seperti tidak pernah terjadi pertengkaran sebelumnya. Wah penting banget nih di tiru. Dari sana saya bisa belajar bahwa semua masalah harus di hadapi dan di tuntaskan saat itu juga engga boleh di tunda-tunda apa lagi di pendam dalam hati, ketika menyelesaikan masalah ucapan yang kelur dari mulut kita harus singkron dengan apa yang tersimpan di dalam hati. Ketika sudah clear masalahnya, jangan sampai lain di mulut lain di hati. Kadang kita sebagai orang dewasa suka melupakann hal tersebut kata maaf sudah terlontarkan tetapi tidak untuk yang ada di dalam hati, masih suka mengingat-ingat kesalahan yang sudah lewat dan mengobral kepada setiap orang tentang masalah tersebut.
Kedua mereka selalu taat sekali dengan apa yang di perintahkan oleh gurunya, tidak pernah melawan perintah guru dan selalu mendengarkan dan menjalankan dengan baik apa yang di perintahkan oleh gurunya. Dari situ juga saya belajar bahwa perintah orang tua itu wajib untuk di dengarkan dan tidak boleh di ganggu gugat. Kadang saya suka tidak bisa mendengarkan ketika babah atau mama sedang menasehati atau mengomel kepada saya, rasanya ingin cepat-cepat lepas dari situasi tersebut. Dan kadang tidak mau mentaati apa yang di perintahkan oleh mereka.
Ketiga mereka itu selalu berbicara dengan kata-kata yang positif, seneng banget ketika sedang melihat dan mendengar mereka berbicara. Waahhhh dari sini juga saya belajar bahwa berbicara positif itu enak banget dan penting banget selain itu akan banyak dapat pahala dan keberkahan dari Allah. Hati saya akan meresa sangat tenang ketika hanya kata positif yang terlontar.
Keempat mereka sudah semakin mengerti kalau bersabar itu penting banget dalam menjalankan kegiatan setiap hari. Sifat saya jadi berubah 90 derajat, beberapa saat yang lalu susah banget untuk saya bersabar tetapi karna banyak belajar dari teman-teman kecil di kelas ungu jadi semakin bisa menahan hawa nafsu.
          Dan yang terakhir adalah pelajaran yang mampu menghentakkan kerja jantung saya bahwa saya semakin menjadi sadar ketika merenungi semua yang sudah saya korbankan dan saya lakukan untuk teman-teman kelas ungu mereka menerima saya dengan hati yang sangat tulus dan hal tersebut membuat hati saya menjadi terharu bahkan sedih ketika sedang mengingat semua proses yang sudah terjadi selama satu tahun ini dan hasilnya dapat saya rasakan bahwa dari kesepuluh teman-teman kecil saya di kelas ungu sangat mencintai saya bahkan orang tua mereka menerima saya dengan hati yang senang. Jadi ingat ucapan dari guru senior sekaligus salah satu wali murid di kelas ungu katanya karena saya mendidik mereka dengan ikhlas dan inilah yang bisa saya raih dan nikmati. Tidak henti-hentinya saya berucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa bahwa terima kasih dengan apa yang telah Kau berikan kepada saya, bisa menjadi seorang hamba yang fakir ilmu ini bermanfaat bagi sebagian orang. Mungkin akan banyak lagi ilmu yang saya bisa dapatkan dari teman-teman kecil saya semakin berjalannya waktu pasti saya akan banyak menemukan keistimewaan yang saya dapat dari mereka teman-teman kecil di kelas ungu.  
          Tadinya saya itu seseorang yang sangat mengedepankan emosi bahkan seluruh keluarga saya gerah dengan sikap saya yang otoriter dan mau menang sendiri, tidak sabar dalam segala hal. Allah tidak diam dengan sikap saya yang menjadi-jadi seakan Allah merubah peta hidup saya untuk menjadi lebih baik lagi dan itu adalah menjadi seorang guru. Kalau mengingat kembali niat awal saya untuk memutuskan menjadi seorang guru rasanya sudah lebih dari cukup pelajaran yang saya dapat, orang tua murid selalu mengucapkan terima kasih kepada saya dan mereka menganggap bahwa tidak bisa membalas jasa yang telah saya berikan untuk anak-anaknya, maaf saya tidak terpikir untuk mengucapkan kata yang sama, bahwa saya banyak belajar dari anak-anak kalian dan anak-anak kalian juga menjadi guru kecil untuk saya dan mampu mengingatkan saya untuk menjadi orang yang harus selalu mengingat surga.
Rasanya kalau saya tidak menceritakan satu persatu teman-teman di kelas ungu tulisan ini tidak akan menjadi lengkap. Dan siapakah mereka malaikat kecil dari kelas ungu yang bisa mampu merubah hidup saya untuk selalu mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan positif. Saya akan mulai sesuai dengan urutan nomor absen mereka ok.

1.      Dzaki Abimanyu Atmaja


Seorang anak lelaki yang memiliki kulit putih dilengkapi dengan sikap periang, Dzaki sangat menyukai makanan sehat, setiap hari menu makanannya selalu di lengkapi dengan sayur menjadi menu yang pertama kali di makannya ketika membuka bekal makanannya, anak bungsu dari tiga bersaudara tersebut langsung menyambar sayur yang di buatkan khusus oleh mamahnya.
Kadang suka kewalahannya dengan kontrol geraknya yang kurang dan sya akaan berubah seperti alarem yang akan berbunyi ketika gerakannya sudah kelewat batas untungnya anak tersebut bukan tipikal anak yang melawan ketika di ingatkan. Pernah suatu hari karena gerakan yang sudah tidak terkontrol saya memutuskan untuk memberikan konsekuensi yang sudah kita sepakati bergerak dahulu di lapangan tetapi ketika saya ingatkan kepada Dzaki anak tersebut langsung berlari kencang meninggalkan saya karena takut. Hal tersebut membuat saya kaget dan sedikit khawati dengan hal yang terjadi hmmmm jadi serba salah tetapi saya langsung mengklarifikasi kepadanya bahwa semata-mata saya berbuat seperti itu karena Bu Nailah sayang sama Dzaki, dan Alhamdulillah Dzaki mengerti dengan apa yang saya ucapkan tidak lupa saya meminta maaf kepadanya karena membuatnya tidak nyaman dengan sikap saya.
Bocah hambel ini menjadi seorang yang di sukai oleh teman-temannya karena suka sekali membuat lelucon ringan di depan kami semua. Dzaki juga sangat supel dalam bergaulan, selalu ada senyuman indah yang menghiasai bibir mungilnya ketika sedang menyapa temannya.

2.     Jason Ramadhan


Anak keturunan Taiwan ini fans beratnya Dzaki, dekat sekali dengan Dzaki bahkan saking dekatnya dengan Dzaki sampai apapun yang Dzaki lakukan selalu di ikuti olehnya, hmmm jadi seperti peniru ulung dan ini yang sempat menjadi rundingan bersama saya dan guru-guru satu rombel untuk menjadikan Jason percaya bahwa dirinya bisa melakukan segala halnya sendiri tanpa harus ketergantungan dengan Dzaki. Awalnya sulit sekali bagi saya untuk meyakinkan Jason bahwa banyak teman-teman lain yang mau main dengannya, bukan masud saya untuk memisahkan seorang teman dari sahabat sejatinya, saya juga tau memiliki sahabat komplit sesuai dengan apa yang kita mau itu sangat sulit. Tetapi semakin berjalannya waktu perkembangan Jason mulai berubah dan mau bermain dengan teman-teman yang lain dan rasa pecaya kepada teman-temannya mulai di perlihatkan olehnya.
Jason itu cukup pintar dalam akademik, sudah hafal asmaul husna, surat pendek, hadist, doa harian huruf, angka dan masih banyak lagi, dan yang tidak pernah saya lupakan adalah ketika saya mengajarkan Jason huruf hijaiyyah awalnya susah banget sampai timbul pertanyaan dalam benak saya cukup sulit untuk mengajarkannya, tetapi sekarang Jason menjadi salah satu anak yang cukup mudah di ajarkan ketika mengaji, sudah banyak mengenal huruf hijaiyyah di bandingkan dengan beberap temannya yang lain.
Sayangnya Jason cukup sulit menerima lingkungan baru, dirinya tidak langsung mudah percaya dengan teman-teman baru yang ada di kelas lain. Di sekolah kami ada hari khusus yang continue setiap bulannya bagi anak-anak untuk bermain secara bebas nama moment tersebut adalah bermain bebas mereka di persilakkan untuk request sentra apa yang ingin mereka masuki dengan catatan mainnya tidak bersama dengan teman dari kelasnya, saya masih menunggu dengan sabar sampai Jason mampu mempercayai bahwa semua teman itu baik padanya. Saya yakin dengan semakin berjalannya waktu hambatan sosial yang sedang Jason alami akan memudar dan rasa percaya diri dia terhadap lingkungan baru dapat teratasi dengan baik.

3.     Keisha Kamea Aldiri

Gadis berambut ikal ini sangat menyukai sekolah, mudah di ajak bekerjasama dan paling taat mengikuti aturan dalam kelas. Keisha ini sangat ceria dan menyayangi teman-temannya kadang dia juga membantu temannya ketika sedang kesulitan. Saya masih suka meyakini bahwa orang berdarah minang itu sedikit irit dan pelit tapi keyakinan tersebut terpatahkan setelah saya mengenal Keisha, Keisha itu sangat baik dan mudah sekali bagi dirinya untuk berbagi apa yang dia miliki kepada teman-temannya. Bahkan setiap dari berpergian ke luar kota selalu ada oleh-oleh khusus yang Keisha berikan kepada saya, subhanallah itu menunjukkan bahwa hal tersebut dia warisi dari kebudayaan keluarganya.
Keisha sangat kritis banyak sekali pertanyaan yang kadang tidak di tanyakan teman-teman yang lain tapi di tanyanyakan sama Keisha, hal tersebut sudah di tunjukkan olehnya ketika pertama kali baru bersekolah. Jadi ingat ketika beberapa waktu yang lalu Keisha menunjukkan sikap yang berbeda kepada salah satu temannya dan itu lawan jenis, bagi saya itu wajar karena setiap orang di ciptakan oleh Allah memiliki rasa dalam hati untuk merasakan kekaguman dengan lain jenis. Tetapi saya mempositifkan apa yang Keisha rasakan dengan berkata bahwa semua kita itu pasti menyayangi teman-teman di kelas ungu
Bocah ini sangat senang ketika di percaya untuk menjadi pemimpin dalam kelas dan semua tugas yang di berikan olehnya akan dia lakukan dengan baik. Saya tidak boleh bahwa Keisha paling tidak suka di paksa, ketika sekali di paksa akan membuatnya tidak nyaman dan menangis selama ketidak nyamanan itu di rasakannya. Keisha paling sering menceritakan keluarganya dan mengungkapkan rasa sayangnya kepada kami semua teman-teman terdekatnya.

4.    Muhammad Istvan Rais Raffatrifian

Istvan anak yang cerdas dan sangat menggemaskan katanya si sangat menyayangi saya dan hal tersebut memang di tunjukkannya kepada saya, Itsvan itu lucu dan menggemaskan, saking geregetannya saya dengan Istvan saya sering mencium dan memeluknya. Istvan selalu senang ketika saya memberikan cium di keningnya, mungkin sebagian anak tidak suka di cium sekalipun di cium akan mengelap tempat yang bekas di kecup tapi tidak untuk Istvan. Dan ketika saya memeluk tubuh kecilnya anak tersebut akan senang dan riang gembira.
Butuh waktu bagi Istvan untuk percaya pada lingkungan sekolahnya dan saya tidak henti-hentinya memberikan informasi kepadanya bahwa semua yang ada di sekolah menyayanginya sama seperti Bu Nailah sayang sama Istvan. Tepat di semester dua Istvan pergi cukup lama meninggalkan kami teman-teman kelas ungu untuk tinggal sementara dengan ayahnya yang berada jauh di Mexico tapi waw apa yang terjadi setelah Istvan pulang dari Mexico karakternya berubah 100 derajat dan itu membuat kami semua sangat bergembira. Rasa sekolah seakan menjadi rumah kedua baginya.
Walaupun sampai saat ini Istvan sulit sekali untuk makan nasi dan menjadi pemimpin di kelas tetapi anak tersebut memiliki progress untuk dirinya beberapa bulan kedepan, dan ini yang saya sukai. Saya sebagai guru  akan menunggu perubahan istimewa yang akan terjadi pada diri Istvan berikutnya.

5.     Nabilla Ramadhani Putri

Gadis keturunan minang ini sangat menyukai ayam goreng mungkin terinspirasi dari adegan-adegan yang sering di lihatnya dalam film kartun upin dan ipin, hahahha bahkan kadang dia menirukan ucapan salah satu tokoh yang ada di dalam film tersebut. Perama kali mendengar suara tangisannya saya sangat terkejut dibuatnya, subhanallah suaranya keras sekali untungnya Nabila tidak cengeng jadi saya tidak di buat kewalahan dengannya.
Ketika jam makan siang tiba hmmm Nabila akan mensyukuri nikmat yang telah Allah berika untuk dirinya siang itu, Nabila sangat lahap dan pasti makan siangnya selalu habis, seneng banget deh engga usah banyak memberikan wejangan untuk Nabila ketika sedang makan heheheheh. Tetapi sampai saat ini Nabila tidak mau makan sayur dan itu berkalu pada semua sayuran hmmmmmm sempat bikin sedih juga siii tapi engga apa-apa lah ini akan menjadi PR saya di kelas B.
Pernah selama satu bulan lebih berturut-turut Nabila membawa bekal snack time Roma Malkis Rasa Abon engga tanggung-tanggu anak tersebut membawa banyak sekali Roma Malkis, ternyata dia sudah menghitung satu persatu jatah untuk teman-temannya. Makanan tersebut tidak hanya di nikamti olehnya, teman-temannya yang lain juga dapat menikmati makanan riangan tersebut (baikkkk hati ya).
Seperti bakat alami yang di berikan Allah, subhanallah ketika dirinya bertemu dengan kertas dan crayon tangannya lansung menari-nari di atas kertas tersebut dan hasilnya sangat baguuuussssssss tidak sampai di situ saja dalam pemilihan warna untuk gambarnya sangat tepat sekali yakin deh akan senang hati kita ketika melihat hasil gambar yang di buatnya.

6.     Naila Lathifah Gunaldi
Gadis berambut panjang ini sangat imut-imut lohhh bahkan pertama kali saya bertemu dengannya Naila sudah mampu menyihir pandangan dan hati saya untuk menyukai anak tersebut. Dan yang engga kalah pentingnya lagi namanya sama seperti nama saya, tetapi wajahnya sangat jauuuuhhh berbeda L.
Naila senang sekali show up di depan saya dan teman-temannya ini dimulai ketika gadis tersebut memiliki rutinitas mingguan yaitu les balet hmmmmm semua kreo grafi yang di ajarkan oleh gurunya di perlihatkan kepada kami semua teman-teman di sekolahnya.
Cukup mudah bagi Naila menerima lingkungan yang baru tetapi tidak untuk orang baru, gadis ini sangat hati-hati dalam memilih teman, kadang ada beeberapa guru dari rombel lain yang juga ikut tersihir denga wajah imutnya Naila dan berusaha untuk memanggil namanya tapi sayangnya Naila akan cuek dan tidak memperdulikannya, mungkin karena tidak setiap hari di jumpai olehnya. Hanya saya wali kelasnya yang dengan mudah mendapatkan pelukan, ciuman dan kata-kata romantis darinya.
Ngomongin Naila tidak akan lepas dari Nabila nama yang hanya di bedakan oleh huruf B, Naila itu sangat dekat dengan Nabila dan sayang sekali dengannya, mungkin itu wajar karena dari masuk pintu gerbang sekolah sampai meninggalkan pintu gerbang selalu bersama-sama dan itu terjadi setiap hari, nama absennya juga berurutan. Saking sayangnya denang Nabila nama Putri yang ada di nama Nabila juga ikut di masukan ke namanya dan Nailah minta di panggil dengan sebutan Naila Lathifah Putri Gunaldi hhhmmmmmm segitunya ya. Satu lagi Naila ini sangat terinspirasi dengan Barbi dari cara berpakaiannya, tetapi untungnya hal tersebut masih mudah untuk di atasi oleh saya.

7.     Shafa Khaerunasya
 
Nama pendeknya Caca sosialnya bagus mudah di ajak bicara dan bekerjasama, waw walaupun postur tubuhnya kecil dan imut-imut tetapi cara berfikirnya sangat dewasa di bandingkan dengan sebagian temannya. Tetapi kalau sudah bicara volume suaranya cukup keras kadang ada beberapa teman yang salah kapra ketika mendengar Caca bicara, untungnya saya bisa mempositifkan kepada teman-teman bahwa bukan seperti itu yang di maksud oleh Caca. Caca mudah untuk di berikan masukan dan diingatkan, Caca itu salah satu anak yang cukup mudah menerima masukan dari orang lain, ketika sedang di ingatkan tidak marah tetapi kadang bernegoisasi dulu.
Jiwa kepemimpinan yang di miliki oleh Caca sudah menonjol dari ketika pertama kali memasuki sekolah, dan hal tersebut saya rasa di warasi olehnya dari mamahnya. Caca itu kalau bicara sangat dewasa kadang saya suka tertawa dengan kata-kata yang keluar dari mulutnya, mungkin karena orang di sekelilingnya di rumahnya hampir semua dewasa. Caca juga sangat baik ketika waktunya snack time pasti selalu berbagi kepada teman-temannya walaupun tidak banyak.
Setiap pagi ketika memasuki kelas yang pertama kali di tanyakan oleh Caca adalah nomor absennya karena anak-anak terbiasa untuk menaruh tas sesuai dengan nomor absen mereka. Dan saya sudah sering mengingatkan untuk mengucapkan salam terlebih dahulu namun tetap saja nomor absen yang pertama kali di ucapkan.  

8.     Tsabita Mumtazah
 
Bita nama panggilannya gadis supel ini sangat lucu sekali, dan hal yang berbeda yang dia miliki dari teman yang lain Bita sangat mandiri dalam segala hal, mudah untuk di ajak bekerjasama dan di ajak bicara, tetapi sifat jahilnya itu yang tidak bisa di pisahkan dalam dirinya. Kadang teman-temannya merasa tidak nyaman dengan kejahilan Bita tetapi Alhamdulillah masih bisa untuk di ingatkan.
Kadang dirinya berlaga seperti sutradara ketika sedang bermain peran dengan teman-temannya, pembawaanya seperti orang dewasa dan kadang saya  tertawa di buatnya ketika melihat tingkahnya yang saya dengar dari guru sentra bermain peran. Subhanallah saya salut dengan kedua orang tua Bita yang tidak pernah melarang rasa ingin tahunya dan memberikan ruang khusu untuk anaknya dapat berekspresi sesuai dengan apa yang diinginkannya, tetapi Alhamdulillah selalu ada pengawasan dari orang tuanya.
Kabarnya bocah tersebut seperti peniru ulung, dan mampu mendupllikat gaya saya mulai dari cara memakai kerudung, berpakaian, cara saya memakai tas bahkan sampai cara saya mengajar selalu di tirukan olehnya setiap bermain peran di rumahnya. Semoga hal positif saya yang di tirukan olehnya hehehehe.
Bita juga sangat menyayangi keluarganya, dari gambar-gambar yang di  buatnya sebagian menggambar tentang dirinya dan keluarganya. Kalau kata guru-guru satu rombel Bita itu sangat tahan banting, ketika Akhirussanah tidak ada anak muslimah yang mau memakai pakaian adat dari Papua, ketika saya sedang mencoba untuk mengepaskan baju tersebut kepada Bita sebagian teman-temannya menganggap seperti baju monkey. Tetapi tidak dengan Bita dia malah mengrong-rong saya untuk mengizinnkannya membawa pulang baju tersebut untuk dapat di pakai olehnya di pentas akhirussanah.

9.     Viqo Kian Alnabil


Aa Viqo panggilan khusus untuk dirinya dari kedua adiknya, Viqo memiliki usia yang sangat muda di kelas ungu, tetapi di rumahnya dia menjadi anak yang cukup besar di rumahnya Viqo memiliki dua adik perempuan yang sangat manis. Entah beberapa hal yang terjadi dalam kehidupannya ada hal yang membuatnya berbeda dengan temannya, kadang saya suka sedih melihat Viqo yang sulit mengungkapkan rasa di balik hatinya dan hal tersebut mebuat saya bingung menebak apa yang di mau olehnya.
Tetapi secara akademik Viqo sangat baik dan pernah beberapa waktu Viqo tidak masuk sekolah ada beberapa hafalan yang tertinggal, tetapi saya hanya butuh waktu satu minggu mengejar keterlambatannya untuk dapat mengajarkan surat al-lahab. Tetapi sosialisasi Viqo cukup terhambat karena rutinitasnya hanya sampai tembok depan rumah saja, karena jarang sekali terkena sinar matahari ini yang mebuat anti body nya cukup rentan dan sering sakit-sakitan. Padahal bocah tersebut sangat banyak makannya.
Jadi ingat dengan Viqo yang baru pertama kalinya di sekolah saya sempat setres di buatnya hehehehhhe, kadang Viqo suka beteriak karena belum bisa mengungkapkan apa yang diinginkannya, dan kadang juga suka memukul temannya karena belum tau cara untuk meminjam mainan yang sedang di mainkan oleh temannya. Tetapi hal tersebut sudah tidak ada pada diri Viqo, semuanya sudah hilang bagaikan debu yang berterbangan tidak terlihat. Lambat laun dirinya mengerti tentang aturan yang berada di sekolah.

10.   Zhafirah Raniyah

Kembar kata ini yang pertama kali di ucapkan untuk orang-orang yang melihatnya. Bahkan teman-temannya di buat bingung dengan wajah yang terlihat sama dengan Zhafirah tetapi pada ruanga kelas yang berbeda, karena keheran teman-temannya kadang mereka suka memanggil dirinya dengan nama kembarannya.
Zhafirah sangat senang mengingatkan orang lain yang melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan apa yang diketahuinya. Kata-katanya bagaikan pedang hmmmmm sering sekali saya diingatkan olehnya karena tidak konsistennya saya dengan ucapan yang saya katakan rasanya bagaikan di hunus oleh pedang wuuuuiiiihhhh rasanya pasti sakit hehehe.
Anak ini cukup sabar menunggu giliran ketika sedang bermain, kadang kalau sedang diingatkan cukup sulit untuk dirinya menerima hal tersebut. Zhafirah juga banyak tanya dan banyak bicara jika di bandingkan dengan kembarannya. Dan hal tersebut menjadi warna tersendiri di kelas ungu.
Untuk hal mengaji Zhafirah cukup unggul di bandingkan dengan teman-temannya yang lain, dan ini menjadi nilai plus yang cukup membanggakan bagi diri saya, banyak hal positif yang menjadi out put Zhafirah dan kalau kata mamanya Zhafirah itu sangat menyayangi saya hehehehhe J. Dari pada bermain lego atau balok ketika waktu transisi dirinya lebih memilih untuk membaca buku cerita yang di sediakan khusu di setiap kelas.


Itulah sedikit cerita yang saya rasakan ketika menjadi wali kelas di kelas ungu, teman-teman yang memiliki karakter dan sifat yang berbeda. Dengan adanya kesepuluh karakter yang berbeda di kelas ungu menjadikan kelas tersebut seperti full colour, setiap harinya saya menemukan hal-hal yang sangat menyenangkan memberikan memori dan kenangan indah untuk saya. 

Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk teman-teman di kelas ungu, rasa sayang saya sebagai orang lain untuk diri mereka sangat ikhlas, dan saya sangat menyayangi mereka semua seperti anak saya sendiri. Walaupun saya tidak tahu bagaimana rasanya menjadi seorang Ibu tetapi dengan menjadi wali kelas di kelas ungu membuat saya seperti memiliki sepulu anak sekaligus. Cinta cinta cinta bingit sama teman-teman kelas ungu.

Karena saya mengajar dengan ikhlas dan selalu memberikan pelukan dan kecupan yang gratis membuat mereka selalu menempel kepada saya bagaikan perangko, waaahhhhh enaknya. Laut tidak akan meninggalkan pantai, bintang tidak akan meninggalkan langit, matahari tidaka kan meninggalkan bumi dan Bu Nailah tidak akan meninggalkan teman-teman kelas ungu.
Tidak hanya teman-teman di kelas ungu yang sangat menyayangi saya tetapi dari kesepuluh orang tua mereka juga menunjukkan respon yang positif kepada saya, mereka semua puas degan servis yang saya berikan untuk anak-anaknya. Semoga Allah selalu melindungi saya untuk selalu memberikan hal terbaik untuk teman-teman kelas ungu dan tidak akan menyecewakan orang tua murid di kelas ungu. Allah tolong bantu hamba mu untuk menyelesaikan tugas hamba sebagai wali kelas di kelas ungu. 

Dan banyak hal indah yang terjadi ketika tanggal 20 juni kemarin, kami semua berkumpul bersama menikmati hidangan yang mampu memanjakan lidah dan perut kami, berkumpul bersama sambil mengobrol dan sesekali tertawa kecil menikmati obrolan kami, betapa indahnya hal tersebut dan enggan untuk di lupakan. Keluarga besar kelas ungu dan itu semua karena di pertemukan oleh Allah, sepotong episode indah menghiasai perjalanan saya di TK Islam Asy-Syukriyyah.
Terima kasih Allah, Ketua Yayasan, Kepsek, Wakasek, orang tua murid, teman-teman seperjuangan, dan teman-teman kelas ungu yang sudah mempercaya si fakir ini untuk menemani episode kehidupan kalian. Dan tak lupa saya berterima kasih kepada mama yang selalu menjadi teman curhat dan penyemangat saya yang selalu menyulutkan api kesenangan sehingga berkobar secara dahsyat untuk teman-teman kelas ungu, dan terima kasih kepada Babah yang tak pernah absen untuk mengantarkan saya setiap pagi menuju pintu gerbang TK Islam Asy-Syukriyyah dan menjaga saya dengan kasih.

Jumat, 09 Mei 2014

It’s not good

Ku banting tubuh langsing ku ini di atas kasur empuk yang dapat melambungkan semua impian ku setiap malam, rasanya tidak habis fikir dengan kejadian sore ini seakan jantungku akan copot, namun semua ini sudah terjadi dan ku tak bisa mengembalikan kembali rasa penyesalan ku yang sudah terjad. Ku tak bisa menghindari semua serangan kata dari Adit. Seakan aku paksa memori otak ku ini untuk dapat mengulang kembali kejadian tadi sore
“Aku engga akan basa-basi lagi, jelas kamu sendiri yang sudah  merusak rasa kepercayaan ku sama kamu”
Sergah Adit membuka percakapan, kami duduk berhadapan hanya meja bundar di depan kami yang memisahkan antara tempat duduk kami.
“kamu ngomong apa si aku engga ngerti?, sudah satu minggu ini kita engga bertemu, dan tiba-tiba kamu marah-marah sama aku”
Aku berusaha untuk mengalihkan pertengkaran saat itu, sebenarnya Aku sudah bisa menebak Adit sudah mengetahui perselingkuhan ku dengan Gaga teman satu kantor kami.
“Alah kamu engga usah bersandiwara lagi, kamu tuh sudah tertangkan basah”
Aku tau lambat laun Adit akan menghujat Aku dengan penghianatan yang aku rancang sendiri, namun rasanya dada ini berdegup kencang seperti ada sesuatu yang memaksa untuk keluar seakan mau merobek lapisan tulang daging dan kulit ku ini, ketika Adit mengatakan Aka merusak hubungan asmara yang sudah kami jaga selama lima tahun belakangan ini.
            “Ok aku akuin aku memang selingkuh dengan Gaga, dan asal kamu tau juga Dit, Gaga itu memiliki banyak kelebihan dari pada kamu”
Sergah aku membela diri, karna aku rasa Adit juga harus tau ini. Terlihat senyuman kecut di wajah Adit ketika aku mengakui hubungan gelap ini, namun wajah Adit seketika berubah masam ketika aku bilang bahwa Gaga lebih darinya di mata ku, raut wajah itu sekan mewakili kalau Adit tidak terima dengan apa yang ku katakan.
            “Aku rasa kamu akan lebih memilih kekasih gelap kamu itu dibandingkan dengan Aku”
Sindir Adit mengebu-gebu tidak mau kalah, tanpa memperdulikan seorang waitters yang mengantarkan amiricano minuman favorit kami setiap kali kami singgah ke kefe ini.
            “Aku tau Dit kamu akan terluka dengan langkah yang aku pilih ini”
Adit berusaha mencerna setiap kata yang keluar dari mulut ku, seakan sedang berfikir kata apa lagi yang akan di keluarkannya untuk menghujaniku setelah aku menutup bibi ini
            “kalau kamu memang memikirkan perasaan ku, kamu engga akan selingkuh, secara tidak langsung kamu memang menginginkan cinta dari orang lain selain aku”
 Cibir Adit tanpa memperdulikan perasaan ku ini. Setiap kata yang keluar dari mulut Adit mampu menghancurkan hati ku berkeping-keping seakan kata-katanya setajam pisau yang baru di asah.
“kamu tau Dit kenapa sampai akhirnya aku mengemis cinta dari orang lain?”
Tanya ku datar kepada Adit, tanpa terasa butiran hangat secara perlahan membasahi wajah ku ini, Adit hanya diam seakan dia tetap konsisten dengan pernyataannya bahwa aku lah pemeran utama dari kerusakan hubungan ini.
“karna kamu lebih sibuk dengan dunia kamu sendiri Dit, kamu berusaha untuk mendapatkan posisi terbaik di perusahaan”
Cecar aku menggebu-gebu, tanpak terlihat jelas lipatan di keningnya, seakan menyimpan tanya
“Dan kamu terlalu ambisius untuk kenaikan posisi kamu, sekan-akan kamu lupa kalau sebenarnya Aku itu selalu menunggu waktu dimana kamu seperti dulu selalu memperhatikan aku”
Lanjutku dengan deraian air mata yang sudah membanjiri wajahku ini. Memang semua yang dikatakan oleh Adit 100% benar namun aku merasa tidak adil jika hanya aku yang di nobatkan sebagai dalang rusaknya hungan kami.
“seharusnya kamu tau kalau sebenarnya aku seperti ini ya untuk merancang masa depan kita yang lebih baik”
Jawab Adit sewot, seakan tidak mau disalahkan
“Aku rasa semua wanita akan melakukan hal yang sama ketika mereke berada di posisiku Dit”
Aku masih terus memberikan argumen yang dapat menyelamatkan aku dari posisi ini, jelas semua wanita akan membela dirinya ketika mereka berada di dalam posisi ku ini
“dan asal kamu tau aku engga akan mengemis permintaan maaf dari kamu, dan aku juga tidak akan memaksa kamu untuk memaafkan aku agar hubungan kita kembali normal, kalau memang hubungan kita harus berakhir mungkin ini sudah takdir tanpa bukan kuasa kita untuk menghindarinya”
Jawabku pasrah, malam ini kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini karna kami masih tetap saja mementingkan ego kami tanpa mau ada yang mengalah dalam permasalah ini.
Tiba-tiba deringan handphone memecahkan lamunan ku tanpa terasa tiga puluh menit berlalu dan dapat melambungkan fikiran ku untuk mengingat kejadian sore ini. langsung ku lihat nama siapa yang tertera di handphone ku itu, terbelalak mata ku melihat Gaga nama yang terlihat jelas di handphone ku ini. ohhh no jangan sekarang Gaga bisikku dalam hati cukup Adit saja yang membuat perasaan ku seperti gado-gado hari ini.



0,27

Berapa lama lagi Tuhan? Berapa lama? Kalimat itu yang selalu menjadi pertanyaan Danis setiap kali dirinya sedang benci, dongkol, dan BT, pertanyaan itu selalu menghantuai pikirannya tanpa ada jawaban yang dapat meredakan hatinya yang sedang kesal, seakan Danis sedang mencecar Tuhan untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut. Danis geram dengan gaya sekumpulan teman satu sekolahnya sekan setiap pandangan Danis tanpa sengaja terlenpar kearah mereka matanya terasa sedang kelilipan. Danis menyebut mereka itu Geng yang sok cool, cantik, ok, sempurna, pinter kaya dan yang ga kalah penting sok terkenal, seakan ada medan magnet yang selalu menarik semua perhatian seluruh penghuni SMA Karya Bangsa untuk selalu menolehkan perhatian mereka setiap kali Karna berjalan bersama teman-temannya, momen tersebut yang mampu membuat Danis mual.

“Tar pulang sekolah kita makan bakso yuuuuk di warungnya bang bewok”

Ajak Danis kepada Mentari teman satu bangku Danis, yang sedang merapihkan perlengkapan sekolahnya.

“males ah gw lagi bokek Nis, duit gw habis buat beli buku”
Tolak Tari santai sembari berjalan dan merangkul pundak sahabatnya itu yang sedari tadi menyandarkan tubuhnya di daun pintu kelas mereka.. Danis dan Mentari memang selalu pulang sekolah bersama karena rute angkutan umum yang mereka lewati satu arah.
Lima menit kemudian dua sahabat tersebut sudah sampai di warung bakso bang bewok, siapa sangka ternyata hanya tersisa dua kursing kosong seakan Tuhan sudah menyediakan bangku tersebut untuk mereka berdua, tidak heran jika hanya tersisa dua kursi, karnan bakso mas bewok menjadi makanan favorit diantar mereka yang menggemari makanan satu ini dan rasanya pun nampol  acapkali sedang memasukkan potongan-potongan daging tersebut ke dalam mulut seperti lidah ini sedang bergoyang seakan tidak rela untuk menelan gumpalan daging tersebut ke dalam perut.
Tepat berjarak tiga kursi dari depan deratan kursi yang di duduki Danis dan Mentari, sekumpulan cewek populer di sekolah mereka sedang asik memecahkan soal matematika.

“Dasar norak, liat deh Tar cewek-cewek sok populer, dimana aja pokoknya harus eksis, pake pamer belajar di tempat umum, kerasa dunia ini miliki mereka dan yang lain ngontrak”

Gerutu Danis tanpa bisa menolehkan pandagannya tersebut, seperti seekor serigala buas lapar yang sedang mengintai mangsanya.

“biasa aja kali bu, mereka punya gaya untuk menjalankan hidup mereka masing-masing dan yang paling terpenting hidup ini tuh pilihan dan mereka memilih untuk menjadi orang populer yang cerdas, engga salah kan?”

“bagi gw engga boleh biasa melihat pemandangan itu di depan mata gw”

Ucap Danis meluap-luap tanpa bisa mengontol emosinya tersebut


“udah Nis minum dulu tuh es kelapa muda lw, supaya bisa meredakan esmosi eh salah maksudnya emosi lw”

Ledek Mentari berusaha mensterilkan suasan panas di hati Danis

“lw tau ga Tar, setiap gw liat mereka gw tuh suka menghayal kira-kira bisa engga ya mereka tu pergi keujung dunia, dehidrasi digurun sahara hilang di segitiga bermuda, pergi  keluar angkasa hipotermia di kutup utara hilang di samudra antartika dan jangan kembali. Sebel sebel sebel”

Mentari pun langsung terbelalak menertawakan tingkah sahabatnya itu.

“sadar engga si Nis ini tuh sudah tahun ke tiga lw menyimpan rasa kesal itu di dalam dada, engga baik tau, dan benar-benar seperti bom atom”

Ucap Mentari santai sambil menuangkan sambel di dalam baksonya itu.

Danis selalu menganggap nasehat Mentari seperti angin lalu baginya, tidak ada nasehat yang dapat merubah rasa kesal Danis yang sudah menggunung di dalam hatinya. Karina Nasution dulunya adalah teman dekat Danis dalam satu organisasi yang sama, tetapi lambat laun persahabatan mereka tidak seharmonis dahulu. Mungkin ini alasan Danis selalu geram ketika melihat Karina bersama dengan teman-temannya.

satu minggupun berlalu tepat hari ini Danis bersama teman-temannya mengerjakan Try Out pertama untuk persiapan mengahadapi Ujian Nasional yang tinggal 2 bulan lagi.

“aaddduhhh tu soal susah-susah banget si engga kuat otak gw”

Keluh Danis setelah mengejakan soal matematika yang berjumlah 40 soal tersebut

“sama gw juga mumet banget sama tu soal”

Timpal Mentari yang duduk bersebarangan dengan Danis

“kenapa tuhan kenapa harus ada  matematika, cukuplah kau menghukumku”

Hasil Try Out pertama pun sudah terpampang di madding, rasa penasaran menjadi tanda tanya di hati Danis dan teman-temannya ketika mencari nama mereka masing-masing. Bak tersambar petir di siang bolong 0,27 angka tersebut bartender nyaman di sebelah nama Danis Khairunasyah, tidak terhenti di situ saja rasa kaget Danis bola mata Danis masih terus bergerak ke bawah dan keatas seakan sedang mencari sesuatu mata Danis pun terhenti setelah menemukan apa yang sedari tadi sedang di carinya 7,20 itu untuk nilai Karina Nasution kepala geng yang di benci Danis. 0,27 hanya angka tersebut yang di raih Danis dalam soal matematika dan untuk soal yang lain Danis memperoleh nilai yang tidak kalah rendahnya dengan nilai matematikan tersebut. Dari semua angka yang tertera di madding hanya nilai Danis yang paling kecil.

Malu itu sudah pasti tidak ada kata yang dapat melukiskan perasaan apa yang ada di dalam hati Danis. Setelah pulang sekolah Danis langsung masuk ke dalam kamar dan menguncinya rapat-rapat. Di dalam kamar Danis hanya bisa menangis dan merenungkan masalah yang sedang menimpanya ini, dia takut orang tuanya akan marah dan kecewa padanya.

Dua hari pun berlalu setelah tragedi 0,27 itu pun Danis banyak merenung, dia sangat malu kepada teman-temannya walaupun tidak satu pun temannya yang memperdulikan itu, tapi menurut Danis hal ini sudah dapat mencoreng wajahnya.

Ketika sedang asik menenggak Aqua botol yang sedang di pegangnya sesosok tubuh berbadan cukup gemuk menghampiri Danis dan duduk tepat di sebelah Danis.

“Assalamualaikum Danis haus banget nii kayanya sampe kempes tuh botol Aqua”

Salam Pak Heru guru PAI Danis, Danis pun langsung menoleh dan menjawab salam gurunya.

“Waalaikumssalam ehh Pak Heru, ya Pak haus banget kan habis olahraga”

“sendiri aja Nis, engga gabung sama teman-teman yang lain?”

Tanya Pak Heru datar

“lagi mau sendiri aja Pak, nanti juga saya gabung sama teman-teman”

Jawab Danis tak bersemangat

Kenapa Nis lagi ada masalah ya?”

Selidik Pak Heru penasaran

“ahh Bapak kaya dukun nii sok tau”

Ledek Danis berusaha untuk menyembunyikan rasa sedihnya itu

“Bapak engga berusaha untuk asal tebak ko Nis, kelihatan dari wajah kamu, kalau kamu tuh lagi ada masalah”

Tanpa bisa bersandiwara lagi Danis menumpahkan semua rasa sedihnya tersebut di depan Pak Heru. Sebagai pendengar yang baik Pak Heru menyimpak semua kalimat perkataan muridnya tersebut.

“saya sudah bisa menebak Pak pasti semua guru pun sudah tau nilai Try Out saya yang jeblok itu, ya kan?”

Ucap Danis berputus asa

“jangan suudzon, bapak engga tau Nis kalau bukan kamu yang kasih tau bapak”

Sanggah Pak Heru, meredakan rasa khawatir yang menghantui Danis.

“setiap sholat saya selalu berdoa untuk di berikan nilai yang terbaik”

Lanjut Danis, tatapannya masih sama tertuju kepada teman-teman cowoknya yang sedang asik memperebutkan bola.

“Nah itu jawaban Dari Allah Danis, kamu selalu berdoa untuk di berikan yang terbaik, dan Allah sudah memberikan yang terbaik untuk kamu”

Jawab Pak Heru antusias

“loh kok gitu Pak?”

Setelah mendengar jawaban dari gurunya tersebut Danis menggerutkan keningnya seakan ada tanda tanya besar di atas kepalanya.

“saya rasa 0,27 itu tepat sekali untuk kamu, karna nilai tersebut sudah dapat menggambarkan sejauh mana kamu berkorban”

Danis pun langsung menarik nafas panjang seakan rasa sedihnya berhembus dengan udara yang keluar dari hidunya, setelah mendengarkan apa yang gurunya katakatan.

“Kamu mau tau Nis bagaimana semangat para ulama dalam menuntut ilmu?”

Mungkin itu pertanyaan simpel yang dapat di jawab oleh Danis dengan asal tebak agar dapat mengakhiri percakapan ini, tetapi Danis memilih menggelengkan kepala.

“Syaikh Abdullah bin Hamud Az Zubaidi seorang ulama yang cerdas beliau belajar kepada Syaikh Abu Ali Al Qaali.

Tanpa terganggu dengan sebagian teman-teman Danis yang sedang asik bermain bola dan berteriak di lapangan Danis tetap fokus mendengarkan Pak Heru bercerita.

“Suatu ketika murid beliau, Abdullah bin Hamud Az Zubaidi, tidur di kandang ternak gurunya agar bisa mendahului murid-muridnya yang lain menjumpai sang guru sebelum teman-temanny yang lain datang.”

Sepuluh menit pun berlalu, Danis masih tetap fokus mendengarkan cerita dari gurunya.

 “kamu tau kenapa Abdullah bin Hamud Az Zubaidi sampai rela tidur di kandang ternak gurunya?”

Tanya Pak Heru di pertengahan ceritanya, untuk yang kedua kalinya Danis menggelengkan kepalanya.

“Agar bisa mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin sebelum orang berdatangan”

“segitu luar biasanya kah Pak mereka mementingkan ilmu?

Tanya Danis semakin penasaran

“ya itu sangat penting bagi hidup mereka, dalam titik tertinggi dalam hidupnya, mereka mementingkan ilmu di atas segalanya untuk mendapatkan posisi terpenting di mata Allah ketimbang roti dan air minum karna mereka hanya membutuhkan roti dan air minum sekali atau dua kali setiap harinya”

Setiap kata yang keluar dari mulut Pak Heru bagaikan bumbu magig yang mampu menyihir fikiran Danis.

“Waktu Bapak masih kuliah satu bulan sebelum ujian Bapak selalu merubah pola tidur Bapak Nis”

“maksudnya pak?”

Selidik Danis penasaran

“setiap orang yang belajar pastilah mau dapat nilai bagis kan nis?”

Tanya Pak Heru datar, Danis langsung menjawa Ya dengan semangat yang sudah berubah.

“begitu juga sama Bapak Nis, hamper setiap hari  Bapak sampai kossan jam delapan malem, sholat isya dan tilawah setelah itu Bapak tidur sampai jam dua pagi, dari jam dua sampai jam empat Bapak belajar”

Seketika wajah Danis tampak terkejut, matanya yang bulat terbelalan dan mulutnya membentuk seperti huruf O dan pandagan matanya pun tidak dapat terlepas dari wajah gurunya.

Suara desiran ombak dan kicawan burung bernanyi riang gembira, membangunkan Danis dari tidur lelapnya, Danis langsung meraih HPnya untuk mematikan alaram. Tepat pukul 01.00. Danis langsung bergegas kekamar mandi untuk bewudhu dan di lanjutkan dengan belajar. Malam ini Danis sudah bertekat akan menyiapkan semua amunisi untuk dapat merubah angka 0,27 menjadi 7,00.

Hari ini adalah Try Out Danis yang kedua dan Danis lebih menyiapkan segalanya, hatinya pun sudah di tata dengan baik agar dapat mendapatkan nilai yang sudah di targetkannya tersebut. Dalam lamunanya Danis berfikir 0,27 good by






 

Melukis Hari dengan Kata Template by Ipietoon Cute Blog Design